Buntut Maling Merajalela, Ketua DPC AMPPID NTB Endri Minta Kapolres Bima Copot Kapolsek Sanggar
Portalmadani.com || Bima — Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram, pemuda asal desa Taloko, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Endri, menilai Kapolsek Sanggar tidak mampu menjalankan fungsinya dalam menjamin keamanan bagi masyarakat.
Tuduhan muncul, Endri menilai Kapolsek Sanggar mengabaikan beberapa laporan masyarakat, sehingga rakyat tersiksa karena kerap kehilangan barang berharganya tiap hari.
“Hari ini rakyat tersiksa dari diktator dan permainan Kapolsek Sanggar. Rasa aman bagi masyarakat hilang” kata Bung Endri, kepada redaksi ini, Kamis (16/1/2026).
Ketua DPC AMPPID NTB, Endri meminta Kapolres Kabupaten Bima untuk segera mengganti Kapolsek Sanggar. Ia juga meminta Polda NTB Bidang Propam untuk segera mengadili dan memecat Kapolsek Sanggar. Menurutnya, Kapolsek Sanggar diduga banyak melanggar peraturan Kepolisian Republik Indonesia dan selalu mengabaikan laporan masyarakat.
“Kami minta Kapolsek Sanggar diberhentikan dari institusi Kepolisian demi menjaga citra dan semangat percepatan Reformasi Polri.” ujarnya.
Mahasiswa ilmu hukum UMMAT tersebut menilai bahwa Kapolsek Sanggar tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga masyarakat merasa tidak aman dan terlindungi.
Menurutnya, Endri mengaku ini merupakan bentuk protes masyarakat terhadap kinerja Kapolsek Sanggar yang dianggap tidak proporsional.
Endri mengaku telah melaporkan resmi ke Bidang Propam Polda NTB, usai memerangi kasus peredaran narkoba di wilayah Bima dan Dompu kemarin.
“Saya sudah laporkan kemarin dan tinggal menunggu perkembangan dari Bid Propam Polda NTB sekarang,” pungkas Bung Endri.
Sementara itu, Kapolsek Sanggar yang dicoba dikonfirmasi belum meresponsnya hingga berita ini ditayangkan.
