Portalmadani.com || Bima — Proyek Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jaringan Perpipaan di Desa Oi Saro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, menuai sorotan tajam dan Kritikan oleh Warga. Dimana proyek tersebut menelan anggaran fantastis sebesar Rp1.326.788.000 dari APBD 2025, Proyek yang baru seumur jagung ini dilaporkan sudah rusak parah dan tidak berfungsi maksimal, Senin (16/03/26).

Warga setempat mengungkapkan kekecewaan mendalam atas hasil pekerjaan yang dinilai asal-asalan. Berdasarkan pantauan di lapangan, ditemukan berbagai titik kerusakan fatal, mulai dari kebocoran pipa hingga bak penampungan yang retak. Lebih memprihatinkan, warga menuding lantai bak penampungan tidak dicor sesuai spesifikasi teknis (bestek), yang mengancam ketahanan bangunan dalam jangka panjang. “Airnya hanya mengalir beberapa minggu saja setelah selesai dikerjakan Desember 2025 lalu. Sekarang baknya bocor, bahkan warga terpaksa menyumbat lubang dengan tanah agar air tidak terbuang sia-sia,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

Menanggapi keluhan tersebut, pihak pelaksana lapangan bernama Jamal mengakui adanya kendala teknis. Namun, ia berdalih bahwa proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan dan berjanji akan melakukan perbaikan. “Iya, masih tahap pemeliharaan. Ada komponen (reduser) yang patah dan harus dipesan dari Surabaya karena tidak tersedia di Bima. Kami tetap pantau jika ada kemacetan aliran air,” dalih Jamal saat dikonfirmasi.

Meskipun kerusakan sudah dikeluhkan sejak lama, pihak pelaksana belum memberikan tindakan nyata secara instan. Jamal menyatakan baru akan turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan bersama pemilik proyek setelah hari raya Lebaran. Warga mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bima untuk segera turun tangan melakukan audit fisik terhadap proyek milik CV RAYYAN ini. Masyarakat menuntut agar kontraktor tidak hanya sekadar menebar janji, tetapi segera memperbaiki fasilitas tersebut agar hak warga mendapatkan air bersih dapat terpenuhi.

Share and Enjoy !

Shares

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.